Hallo readers, saya muncul lagi dengan info-info yang semoga saja cukup membantu. kemarin, saya baru saja berduka karena ada salah seorang kenalan saya, baru saja meninggal karena penyakit yang bernama LUPUS ini. jadi sekarang saya tergerak untuk memberikan beberapa informasi tentang penyakit ini. Mungkin, belum banyak yang tau tentang penyakit ini. karena memang, penyakit ini belum terlalu populer di kalangan masyarakat. tapi, penyakit ini tidak kalah berbahaya dari penyakit mematikan lainnya. terbukti, sudah dua orang kenalan saya yang meninggal karenanya. oke...kita mulai saja pembahasannya...
Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimune desease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
Penyebab timbulnya penyakit ini adalah karena adanya faktor kepekaan yang meningkat. faktor pencetusnya ada berbagai macam, yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, penggunaan pil KB, dan stress.
Penyakit ini, biasanya ditandai dengan timbulnya bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Hal ini berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi. Kelainan ini disebut autoimunitas. Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Jenis penyakit Lupus ini memiliki tiga macam bentuk, yang pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf. Ketiga, Drug Induced Lupus (DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
Gejala Lupus secara umum adalah, sebagai berikut:
1. Kulit mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
2.Penderita merasa lemah, kelelahan berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala hilang pada masa remisi (nonaktif).
3. Pada kulit, muncul ruam merah membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu.
4. Anemia akibat sel-sel darah merah dihancurkan penyakit ini.
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.
2.Penderita merasa lemah, kelelahan berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala hilang pada masa remisi (nonaktif).
3. Pada kulit, muncul ruam merah membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu.
4. Anemia akibat sel-sel darah merah dihancurkan penyakit ini.
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.
Biasanya odipus (orang hidup dengan lupus)akan menghindari hal-hal yang dapat membuat penyakitnya kambuh dengan :
- Menghindari stress
- Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
- mengurangi beban kerja yang berlebihan
- menghindari pemakaian obat tertentu.
Odipus dapat memeriksakaan diri pada dokter-dokter pemerhati penyakit ini, dokter spesialis penyakit dalam konsultasi hematologi, rheumatology, ginjal, hipertensi, alergi imunologi, jika lupus dapat tertanggulangi, berobat dengan teratur, minum obat teratur yang di berikan oleh dokter (yang biasanya diminum seumur hidup) karena Lupus tak dapat sembuh total, odipus akan dapat hidup layaknya orang normal.
Demikian, info yang bisa saya berikan. semoga bermanfaat!! ^^
credit: Griya Centre (Facebook)
Wikipedia indonesia (Lupus)



%5B5%5D.jpg)
%5B3%5D%5B3%5D.jpg)
%5B7%5D.jpg)
%5B3%5D.jpg)

%5B6%5D.jpg)
%5B3%5D.jpg)
%5B3%5D.jpg)
%5B4%5D.jpg)


%5B7%5D.jpg)
%5B2%5D.jpg)
%5B3%5D.jpg)








